Jumat, 04 Mei 2012

DAFTAR NAMA NAMA YANG LOLOS AUDISI KAMPUS


Setelah di laksanakan Audisi Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung  di Beberapa Kampus di Bandar Lampung sejak 25 Maret sampai 25 April 2012, dengan total Peserta yang berpartisipasi mengikuti Audisi mencapai angka 324 orang, Panitia dan Tim Penilai di setiap Audisi Kampus berhasil mendapatkan total 115 orang Mahasiswa terbaik dari 6 Kampus yang di datangi. Berikut Nama Nama Mahasiswa terbaik setiap Kampus tersebut ;



NO
LOLOS AUDISI KAMPUS
NAMA PESERTA


1
UMITRA LAMPUNG
Aditiya Bayu Rinjani

2
Amalia Annisa

3
Arinie Miftahul Jannah

4
Desti Wulandari

5
Dian Puspita Sari

6
Eria Sari Monica Irda

7
Finka Kristi Mayang Sari

8
Fitri Marlisa Putri

9
Hesti Yani

10
Lieony Tiara Lisa

11
Miranti Veraliani

12
Muhammad Yusuf

13
Mutia Lora

14
Nursyafitri

15
Restina

16
Rizky Achmad Wiguna

17
Syahrul Rofiandi

18
Yeni Susanti

19
Zuandrik Bacharsya


20
DCC LAMPUNG
Atan Gyopanikxy X

21
Fahmi Heriansyah W

22
Fernandes

23
Hergusni Sardi

24
Imron Parsaoran

25
Ririn Agustina

26
Siti Hermawati

27
Slamet Rosmanto


28
PERGURUAN TINGGI
TEKNOKRAT
Ahmad Haidir Ali

29
Bambang Septiawan

30
Beni Setiawan

31
Crisma Dwi Hermawan

32
Debora Boru Simanjuntak

33
Desky Surya Dinata

34
Dicky Chanega Darmawan

35
Dinda Amalia Tivany

36
Evi Arya Yoseva

37
Elizabeth Rista Vionika

38
Fauzan Oktafian

39
Fenti Dwita Aryani

40
Fitri Wulandari

41
Haidir Ali

42
Hedi Haris Munandar

43
Hengky Tarnando D

44
Mefytiana Sari Gumay

45
Muhammad Firdaus

46
M. Yobby Antamara

47
Ratih Ria Paksi

48
Reki Fernando

49
Reno Renaldo

50
Resty Artiwi

51
Rina Widiastuti

52
Riza Efendi Syahputra

53
Sellyka Nurhakim

54
Sisca Indah Pratiwi

55
Surya Hardeka

56
Tiara Ulfa Oktora

57
Tirza Sopia Emanuella HS

59
Venny Oktaria

59
Wawan Bagus Santoso

60
Yosi Herizal


61
IBI DARMAJAYA
Anggun Wijayani

62
Artika Ayu Febrianty

63
Faricha Islamiya

64
Ikram Rizal

65
Irfan Fatoni

66
Juwita Sari SM

67
Margono

68
M. Eliyus Mahendra

69
Puji Saka Anggraini

70
Putri Indah Novita

71
Putu Anom Rahnuara

72
Ramayanti Surya Ningtyas

73
Rennita Aprilliya

74
Rizar Pranowo Mukti

75
S. Belly Brata Susilo

76
Shima Rita Ayu Ning Tyas

77
Silfani Ayu Putri

78
Syarip Hidayat

79
Yulia Widiastuti

80
Yudha Dhika Pratama


81
UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG
Allansyah Pratama

82
Alvin Aritanando

83
Ayu Putri

84
Chevy Hendrian Subing

85
Chusnul Laili

86
Deni Aditia

87
Diah Ika Pratiwi

88
Dian Permata Sari

89
Frendi Gunawan

90
Irfan Setiawan

91
Jefri Krisna Putra

92
Mauli Ivsia Eka S.

93
Melati

94
Mohammad Fikri Haji

95
Muniroh

96
Rahayu Erlianie

97
Rifandy Ritonga

98
Sarif Hidayat Bangsawan

99
Syntia Cendana J.

100
Tri Hidayat


101
UNIVERSITAS LAMPUNG
Andesba

102
Arif Ikurniawan

103
Dewi Salindri

104
Ettfinda Kurniawan

105
Eriya Gusmara

106
Jaya Aji

107
Jufri Yandes

108
Leovina Prinanda Putri

109
Resty Ismilya

110
Rianza Julian

111
Ryan Rana

112
Wenny Apriyani

113
Windi Ayu Dining Sari

114
Yunika Hutami Manik

115
Yustiansyah

Senin, 30 April 2012

3 PILAR PENILAIAN DALAM IMKOBAL


Di tulis oleh Sekretaris IMKOBAL ; Indra Pradya

Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir sering saya menyimak fenomena fenomena baru yang muncul di kalangan generasi muda. Ada sekumpulan Pemuda yang dengan giat dan penuh kreativitas berkarya usaha dalam industry kreatif ; Event Organizer, Production House, Wedding Gallery, Music Event, dan lain sebagainya.  Selain itu, ada pula anak muda yang giat melaksanakan beragam impian dan cita cita mereka melalui ketekunan mengikuti beragam ajang perlombaan, entah itu di skala lokal maupun nasional, bahkan sampai pada taraf internasional.  Saya punya beberapa teman yang dengan aktif dan penuh semangat selalu menargetkan diri berhasil di beberapa cabang  kompetisi. Lalu ada pula fenomena anak anak muda yang gemar berkarya di bidang musik atau dunia panggung. Sebutlah beberapa band kenamaan yang muncul pada periode 2005 hingga kini, semuanya di dominasi oleh band band baru yang masih muda dengan karya yang sangat variatif dan segar. Begitu pun dengan industri film dan hiburan lainnya. Singkatnya, menurut pengamatan saya, Sosok muda kini ini sangatlah berperan besar. Bahkan anak muda di elu elu kan sebagai pihak yang membawa progress perubahan secara signifikan dalan beberapa sudut kehidupan.
Tapi, di balik peningkatan peran pemuda di beragam kancah tersebut. Masih banyak pula kita jumpai sosok sosok muda yang jauh dari harapan. Dibalik prestasi gemilang para pemuda Indonesia di tingkat internasional, ada pula sosok muda di negeri ini yang masih berjibaku dengan jatidirinya sendiri. Masih belum memahami konsep dasar kehidupan dirinya dan masa depannya.  Ada pula sosok yang hanya mengikuti arus, menjadi pengikut kebanyakan orang lainnya.  Ada pula yang  menenggelamkan diri dalam hiruk pikuk kehidupan sampai pada pergaulan bebas, dan narkoba  yang berujung pada penjara atau tanah makam. Menyedihkan.
Berdasarkan kelompok muda yang tidaklah menyenangkan tadi, saya berfikir bahwa memang setiap individu perlu sebuah pedoman yang kuat dalam mengisi dan menata hidupnya untuk tujuan yang jelas di masa mendatang, selain peran Agama sebagai pondasi dasar dan orang tua sebagai pengontrol aktivitas dan sosial setiap individu muda tersebut.
ASPEK PENILAIAN
Pada tahun 2009, dalam keterlibatan saya  di ajang pemilihan Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung sejak tahun 2003 hingga kini, saya mengusulkan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung sebagai institusi yang menaungi gerak dan karya Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung yang tergabung dalam Ikatan Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung (IMKOBAL) untuk melakukan perobakan yang jelas pada system penyeleksian dan penilaian sosok sosok terbaik dalam ajang Pemilihan yang bersifat tahunan tersebut.  Sistem penilaian tersebut meliputi dari sejak pencarian yang kemudian di sebut audisi hingga pada proses akhir yakni kegiatan finalis dan malam final, sampai pada beragam rancangan kegiatan pasca acara berakhir yang di rancang guna menempa setiap pribadi menjadi lebih matang dalam bersosialisasi dan bekerja menghasilkan karya.  Dan berangkat dari itulah, sistem penilaian yang semula berdasar pada 3B (Brain, Beauty and Behavior) yang telah sejak lama di dengung dengungkan untuk sebuah kompetisi ‘Icon’ atau kecantikan, saya usulkan untuk  menjadi sebuah konsep atau sistem penilaian yang lebih spesifik berbasis pada kebutuhan kehidupan secara universal.  Karena jika mengacu pada Brain, belum lah terlalu spesifik, Brain/Otak seperti apa ?, apakah pintar secara Brain/Otak menjadi jaminan seseorang akan mudah bersosialisasi, berkarya dan di terima masyarakat atau team work?. Kedua menyangkut Beauty/Kecantikan/Tampilan, dalam hal ini cantik yang di maksud adalah cantik yang seperti apa ?, apakah cantik ada standarnya ?, apakah cantik yang di maksud seperti Dian Sastro ?, atau seperti Tamara Belzinsky ?. Artinya cantik disini yang saya artikan adalah relative. Ketika kecantikan di tataran Afrika tentu lain persepsi dengan kecantikan di dataran Eropa atau di India, terlebih lain pula jika cantik dalam arti kata versi adab ketimuran – Indonesia. Selain itu aspek bias lainnya adalah Behavior. Behavior atau manner atau attitude yang di maksud pun belum lah jelas dan begitu mengena pada sasaran yang di harap. Selama ini, banyak yang berfikir, bahwa Kelakukan baik yang seperti apa yang di harapkan bagi sosok muda unggul. Apakah kelakukan baik yang hanya di depan orang orang yang harus di baiki sehingga kemudian menjadi aroga ketika berhadapan dengan masyarakat biasa atau orang orang kelas menengah kebawah?, apakah kelakukan baik yang di buat  buat sehingga tutur kata dan perbuatan segalanya di atur agar terlihat sempurna dan Nampak seperti sosok yang baik baik padahal semuanya adalah palsu ?. Semua tidak begitu spesifik.
Berdasarkan analiasa 3B yang belum spesifik itu lah, saya mengusulkan pada IMKOBAL dan Dinas Kebudyaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung kala itu untuk segera melakukan perombakan standard penilaian dengan seksama. Mengingat harapan nya adalah sosok sosok muda handal hasil pemilihan ini kelak akan di tuntut untuk menghasilkan karya nyata yang berguna dan berdampak baik bagi masyarakat luas, tidak hanya untuk dirinya sendiri sebagai pemenang, atau malah hilang setelah ajang berlangsung.
MENTALITY
Landasan pertama dan utama dari sosok muda handal yang saya harapkan dari ajang Pemilihan Muli Mekahani Kota Bandar Lampung adalah harus memenuhi standar Mentality yang baik.  Mentality adalah penerjemahan dari kata pertama pada konsep 3B , yakni Brain. Mentality atau Mentalitas seseorang sangatlah berpengaruh pada kualitas seorang individu tersebut. Di tengah maraknya gempuran budaya barat dan gaya hidup yang glamour dan asing saat ini, Mentalitas memiliki peranan penting dalam penunjang kehidupan selain Agama dan Keluarga. Mentalitas adalah penentu dari kesuksesan seseorang. Konsep mental ini sebenarnya saya adopsi dari pemikiran pemikiran beberapa ahli akan ilmu mentality yang telah jauh lebih dulu berkata sebelum saya.  Tapi dalam hal sebuah ajang pemilihan Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung, Mentalitas sebuah penentu mutlak dan pembanding daya juang yang lain. Karena dalam Mentalitas seseorang di tuntut untuk memiliki Daya Saing, Daya Juang, Daya Kompetisi dan Daya Fikir dan Konsep hidup yang jelas. Mental juga berpengaruh pada Spirit/Semangat dalam hidup. Bayangkan  saja, hanya orang orang yang bermental baik lah yang mampu menghadapi sebuah kompetisi hingga tuntas. Jika anda bermental tempe, maka jangankan sampai tuntas, baru datang ke tempat perlombaan saja sudah takut, panas dingin dan akhirnya pergi meninggalkan arena sebelum berlaga. Kalah sebelum Perang. Sama hal nya dengan cakupan Mental. Hanya orang orang bermental baiklah yang tidak mudah down hanya karena hal hal sepele. Kini, banyak  anak muda yang terpegaruh tontonan dan gaya hidup yang memudahkan mereka untuk BeTe – Bad Mood, tak berselera untuk melakukan apa apa jika sudah bad mood, itu semua terjadi karena mereka memiliki Mental yang lemah, mental tempe, mental rendah lebih rendah dari orang yang bertubuh rendah bahkan sama halnya dengan mereka yang kelak akan sakit jiwa dan tinggalnya di rumah sakit jika. Begitulah sekiranya Mentalitas mempengaruhi segala kemampuan diri. Mental rusak akan mempengaruhi terhadap kinerja seseorang.  Hanya orang orang bermental baja lah yang berusaha dengan segenap jiwa raga sampai titik darah penghabisan. Karena Mental juga menentukan Daya Juang, Daya Fikir bahkan berpengaruh terhadap cara seseorang memandang dirinya.  Tak mungkin seseorang dapat Percaya Diri jika mentalnya rusak. Mentalnya di penuhi dengan prasangka prasangka dan standar standar ideal manusia yang sangat di rekayasa. Dan sekali lagi. Tak akan mungkin seseorang bisa menggunakan Brain/Kepiawaian atau kepintarannya dengan maksimal dan tepat jika Mental nya terganggu.

PERSONALITY.
Aspek kedua dari 3 pilar yang saya usulkan adalah Personality. Personaliti/Kepribadian atau lebih tepatnya adalah bagaimana tampilan diri secara keseluruhan merupakan penjelasan spesifik dari kata Beauty yang masuk dalam kategori 3B yang sangat di agung agungkan banyak pihak tapi belum begitu spesifik penerapannya.  Personality bukan hanya menyangkut tampilan diri, Personality pula tidak melulu membicarakan bagaimana berpakaian yang baik saja tapi juga meliputi manner, Etika dan Etiquet, Kematangan Personal atau pribadi seseorang. Penampilan anak kuliahan dan anak SMA tentulah beda, tapi belum tentu anak kuliahan memiliki kematangan dalam berpenampilan ketimbang anak anak SMA. Dan ajang Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung kerap membuktikan.  Keterlibatan anak anak SMA tidak buruk seperti yang orang fikirkan sebelumnya.  Anak SMA yang identik dengan dunia remaja namun menyimpan banyak Personal atau pribadi pribadi yang matang, jauh lebih matang dari usia mereka yang sebenarnya masih belasan. Berbanding terbalik dengan anak anak Kuliahan yang cendrung santai dan lebih memilih bermain aman, ketimbang melakoni babak kompetisi dalam fase kehidupannya.  Meski sosok pribadi kuliahan tak semuanya buruk, ada pula yang baik. Tapi Personality seseorang tidak terlihat hanya dari tampilan luar semata, tetapi juga kematangan bersikap, berpenampilan, berperilaku dan kemudian berpengaruh pada cara pandang atau mind set seseorang di kemudian hari dalam kehidupannya.  Personality pula menyangkut tentang kepiawaian dan kematangan dalam berkomunikasi, public speaking, bertegur sapa, karena belum tentu anak kuliahan pandai berkomunikasi, bahkan anak SMA kini lebih mahir bertutur verbal dari pada anak kuliahan yang canderung banyak bertutur secara visual. Selain itu, personality pun menyangkut keharusan individu memahami dan menerapkan konsep Intrapersonal dan Interpersonal Skill yang harus di miliki oralh setiap manusia dalam berkehidupan. Karena keduanya menyangkut kemampuan mengenali dan menata diri serta kemampuan mengenali dan menata lingkungan luar.

TALENT.
Talent atau Bakat adalah penerjemahan dari maksud keseluruhan konsep 3B.
Bayangkan jika seseorang tidak memiliki satu bakat pun dalam hidupnya ?
Mau jadi apa dia itu ?!.
Seburuk buruknya kondisi fisik seseorang, saya sangat meyakini bahwa Tuhan yang maha pencipta dan penentu hidup umat itu pastilah memberikan bakat padanya.  Tak ada manusia yang di lahirkan kedunia tanpa bakat. Semua memiliki Bakat. Bakat tersebut memang ada yang sudah lebih dulu terlihat sejak kecil, tapi ada pula Bakat yang muncul karena proses dalam kehidupan.  Bakat berdagang misalnya, tentulah sebuah Bakat atau kemampuan yang terjadi karena proses kehidupan yang terus menerus membawa seseorang kepada kemampuan berdagang.  Tapi bakat dasar seseorang sudah pasti terlihat sejak kecil. Misal, bakat gemar bercerita, berbicara, bernyanyi, bakat suka bersosialisasi, bakat ringan tangan, suka menolong, bakat ramah tamah, sopan santun bahkan bakat makan lebih banyak dari orang orang kebanyakan lainnya.
Bakat juga bukan sesuatu yang instan.  Itu sebabnya saya sering terkaget jika ada anak muda usia 25 tahun tapi tidak tahu bakat nya apa ?, sama artinya dengan buat apa dia hidup selama 25 tahun jika tidak mengenali dirinya memiliki bakat apa. Semua orang punya bakat. Tapi tentu ada yang porsinya besar hingga terlihat sejak kecil, atau mereka yang bakatnya kecil sehingga perlu proses pengasahan bakat secara berkala. Sebutlah seseorang dengan bakat bernyanyi.  Tak semua orang terlahir seperti Mariah Carey, Celine Dion atau Beyonce yang sejak kecil memang memiliki suara merdu dengan lengkingan yang mencengangkan.  Ada pula sosok sosok yang memang harus berlatih rutin dan kerja keras sampai olah vocal ke sekolah vocal terbaik supaya bisa bernyanyi dengan keindahan suara hasil dari proses belajar nya tersebut.
Dan bakat pula menjadi pembeda seseorang dengan orang lain. Tengoklah Agnes Monica – untuk contoh celebrities di Tanah Air.  Sosok Agnes Monica telah kita tahu sejak kiprahnya pada usia belia di layar kaca. Agnes telah wara wiri memandu acara dan bernyanyi anak anak sama halnya dengan jajaran penyanyi anak anak sebaya Agnes kala itu ; Dea Ananda, Leony, Geovani, Puput Melati, Joshua, Tina Toon, dan lainnya.  Dan – tengoklah Agnes Monica sekarang di antara para nama anak anak teman sebayanya yang saya sebutkan tadi.  Lihat betapa Agnes jauh lebih gemilang dan memiliki posisi yang sangat jauh lebih tinggi ketiban anak anak sebayanya. Berdasarkan Fenomena tersebut secara garis besar mengatakan bahwa Bakat dan Talenta Agnes Monica jauh lebih unggul dan lebih besar ketimbang para penyanyi ‘ecek-ecek’ tersebut.  Agnes memiliki segalanya ; Mental yang kuat, Personality yang baik dan tentu di topang oleh Agama dan Keluarga yang sangat men-support-nya dengan segenap jiwa raga.  Itu baru satu contoh yang secara kasat mata bisa kita simak.  Belum lagi contoh contoh personal lain yang bisa kita bandingkan sebagai pembeda seseorang yang punya bakat dengan yang tidak punya bakat.  Lihatlah di sebuah pesta.  Hanya sosok sosok yang punya bakat berkomunikasi dengan baik lah yang mampu menguasai keadaan dan berkenalan dengan banyak orang ketimbang mereka yang bakatnya hanya makan atau hanya memilih diam di sudut ruangan sembari menjejali perut dengan makan gratisan.  Lalu liat pula orang orang yang memiliki bakat pasti jauh lebih mudah terkenal di kalangan kampus atau sekolah karena cetakan prestasi yang ia toreh berdasarkan bakatnya ketimbang anak anak lainnya yang hanya bisa bergaya dan mencela.  Bakat juga membuat seseorang jadi tidak biasa. Pembeda orang sukses dengan pecundang adalah bakatnya untuk jadi orang sukses. Pembeda orang  satu dengan orang lainnya adalah melalui bakatnya.  Bukankah pencari kerja melakukan jalur yang sama ; mengirim surat lamaran dan interview jika telah menerima panggilan interview.  Tapi hanya orang orang yang memiliki bakat yang relevan dengan posisi pekerjaan lah yang di terima dan di pekerjakan. Itu sama halnya dengan upaya keras yang kita lakukan sungguh sungguh hanya akan berhasil jika kita memiliki bakat menonjol dibanding orang orang yang berbakat ‘rata-rata’ . Jika anda belum mengetahui bakat anda, silakan cek apa yang menjadi minat terbesar dalam diri anda, dan kembangkan dengan tetap setia pada proses belajar dan berkarya.

JALAN PANJANG SETELAH AUDISI.


Jika Anda telah dinyatakan LOLOS Audisi Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung, bukan berarti perjuangan anda berakhir. Justru Perjuangan untuk menunjukkan kualitas diri dan layak jadi Pemenang itu baru akan Anda mulai. Seperti apa Tantangan pasca Audisi berhasil Anda taklukan ?, berikut uraian yang musti Anda simak baik baik.


Tanpa terasa Rangkaian Audisi Kampus telah berakhir. Enam kampus telah di datangi oleh Ikatan Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung (IMKOBAL) selaku Organisasi di bawah Binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung. Kampus yang telah di datangi tersebut diantaranya ; UMITRA, DCC, IBI DARMAJAYA, TEKNOKRAT, UBL dan UNILA.  Dari ke enam Kampus tersebut total peserta Lolos Audisi berjumlah 115 orang terbaik setelah melalui seleksi audisi dalam ruangan. Jumlah tersebut  masih akan bertambah, mengingat masih ada Audisi Umum yang akan di gelar selama 3 hari yakni ; tanggal 4 hingga 6 Mei 2012 (pilih salah satu tanggal untuk kesediaan personal).

Setelah nantinya terkumpul total dari Audisi Kampus dan Audisi Umum yang terbuka untuk Pelajar, Mahasiswa dan juga para Pekerja atau Karyawan. Semua Peserta Lolos Audisi berhak mengikuti Babak Workshop atau Pembekalan. Babak ini berguna bagi setiap individu untuk mempersiapkan diri nya agar jadi personal yang lebih baik lagi sebelum kelak akan bertemu dengan para Dewan Juri di babak Semifinalis.  IMKOBAL dan Dinas Kebudayaan dan pariwisata tentunya akan menilai setiap individu yang tergabung dalam babak Workshop ini. Baik dari Mentality , Personality dan Juga Talent mereka. Jika di masa audisi seseorang masih pemalu dan tak megetahui banyak hal tentang seni budaya dan pariwisata Lampung, Maka di Babak ini semua nya harus ada perubahan yang significant dan baik. Karena dalam Babak Workshop ini juga nantinya akan di berikan banyak pembekalan bagi semua peserta diantaranya ; Pembekalan Bidang seni budaya dan Pariwisata, Pembekalan Etika dan Kepribadian termasuk bagaimana berpenampilan menarik sesuai dengan tugas sebagai Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung, Lalu ada juga Pembekalan tentang Komunikasi dan Public Speaking, Talent Building dan Performance Building. Khusus untuk Talent Building, setiap peserta akan di arahkan untuk menampilkan bakat personal yang di miliki lebih maksimal lagi. Begitu pula dengan Performance Building, setiap peserta akan di ajari cara berjalan, cara member salam bahkan catwalk session yang kelak akan berguna untuk menghadapi babak babak selanjutnya.

Setelah selama 3 hari menjalani proses Workshop, maka di hari ke 4, seluruh peserta akan di nilai secara akumulatif progress per hari yang kelak bagi personal yang tidak menunjukkan perkembangan yang cukup baik akan di Eliminasi. Panitia hanya akan meloloskan maksimal 25 Muli dan 25 Mekhanai untuk melaju ke Babak selanjutnya ; SEMIFINAL.
Para Personal terpilih yang telah bergelar Semifinalis  akan kembali berlaga dengan tahapan sebagai Semifinalis, di antaranya mengikuti Test Tertulis dan Test Interview face to face dengan dewan juri. 1 orang Semifinalis akan menemui 5 orang Juri  secara bergantian dengan skup penjurian Ilmu Pengetahuan Umum, Kepemudaan, Seni Budaya dan Pariwisata, bahasa Asing dan Etika Kepribadian. Selain itu Semifinalis juga akan kembali menghadapi pemantapan performa Talent dan beauty class dari Sari Ayu, sebelum Seluruh Semifinalis tampil di Malam Talent Show dan kembali akan di ciutkan sebanyak 20 pasang ( 10 Muli dan 10 Mekhanai) yang selanjutnya bergelar FINALIS.

Pada babak Finalis, setiap individu kembali akan menjalani beragam rangkaian finalis untuk dapat terus menerus melalui babak penilaian baik penugasan dari panitia maupun penilaian juri. Rangkaian kegiatan Finalis nantinya akan di isi dengan Pemberian Materi dan Test Table Manner di Sheraton Hotel, lalu ada pula Psychology Test berupa Finger Print dan Drawing Compilation oleh Maxima Motiva. Lalu Finalis juga akan menjalani kegiatan City Tour yang akan di isi dengan kegiatan kunjungan Finalis ke beberapa objek Wisata di Kota Bandar Lampung, diantaranya ; Pantai Duta Wisata dan Lembah Hijau. Lebih kurang  4 hari berkegiatan sebagai Finalis, puncaknya pada tanggal 25 Mei 2012, Malam Grand Final Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung 2012 akan di gelar di Ballroom Sheraton Hotel Lampung, yang kelak akan menobatkan Juara pertama sepasang Muli dan Mekhanai Kota Bandar Lampung 2012, dan juara juara atribut lainnya.